Pages

Minggu, 11 November 2012

SOSIALISASI,IPS,KLS X,SMT 1,KB 2


Pengertian sosialisasi 

Berikut ini adalah pengertian sosialisasi dari beberapa ahli:
1.  Bruce J.Cohen:
    Sosialisasi adalah proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakatnya untuk memperoleh kepribadian dan membangun kapasitas untuk berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok.

2.Charlotte Buehler:
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu untuk belajar dan menyesuaikan diri tentang bagaimana cara hidup dan cara berpikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfugsi dalam kelompoknya.





3. Karel J.Veeger:
Sosialisasi adalah suatu proses belajar mengajar.


4. Soerjono Soekanto:
Soalisasi adalah sutatu proses yang menempatkan anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di tempat dia menjadi anggota.


B
erdasarkan pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sosialisasi adalah suatu proses ketika anggota masyarakat yang baru mempelajari nilai-nilai dan norma -norma masyarakat ,diamana ia menjadi anggota kelompoknya sehingga seorang individu mendapatkan pembentukkan sikap untuk berperilaku yang diharapkan oleh kelompoknya.

Peran dan nilai norma sosial dalam proses sosialisasi 

Nilai sosial
Segala sesuatu yang dianggap berharga oleh masyarakat.
Norma sosial 
Aturan berperilaku dalam masyarakat.
Nilai dan Norma memiliki peranan penting karena berfungsi untuk mengatur tata kehidupan setiap anggota masyarakat sebagai mahluk sosial.
Nilai dan Norma sosial mempunyai kedudukan penting dalam masyarakat,oleh karena itu nilai dan norma harus dijunjung tinggi,dibina,dan dipertahankan sehingga keadaannya tidak diremehkan.

Ciri-ciri nilai sosial:
1. Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
2. Disebarkan diantara warga masyarakat.
3. Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar).
4. Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
5. Dapat mempengaruhi perkembangan diri seseorang.
6. Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
7. Cenderung berkaitan satu sama lain dan membentuk sistem nilai.

8.  Berbeda antara kebudayaan yang satu dan kebudayaan yang lain

Fungsi Nilai dan Norma sosial 

a. Fungsi Nilai Sosial
    Nilai Sosial memiliki fungsi yaitu sebagai berikut:
    1).  Sebagai Pelindung
    2). Sebagai Petunjuk arah dan Pemersatu 
    3). Sebagai Monivator
b. Fungsi  Norma sosial
    Norma sosial memiliki fungsi ,yaitu sebagai berikut:
    1). Mengatur perilaku manusia dalam berinteraksi
    2). Memberi sanksi terhadap perilaku menyimpang dalam masyarakat
    3). Sebagai faktor perilaku seseorang untuk menentukan tindakan yang akan diambil.

  Dalam kehidupan sehari-hari terdapat lima macam norma pokok  yaitu sebagai berikut:


  1). Norma Agama
         Norma agama adalah norma yang mengatur kehidupan manusia yang berasal dari peraturan   kitab suci melalui wahyu yang diturunkan nabi berdasarkan atas agama atau kepercayaannya masing-masing. Agama adalah sesuatu hal yang pribadi yang tidak dapat dipaksakan yang tercantum dalam undang-undang dasar '45 pasal 29.

  2). Norma kelaziman

       Aturan yang berhubungan dengan kebiasaan masyarakat yang umumnya dilakukan karena kebiasaan itu dianggap baik dan sopan.

  3). Norma kesusilaan

        Berupa Perintah yang datang dari hati nurani,merupakan aturan yang berhubungan dengan perbuatan baik dan buruk yang datang dari dalam hati nurani.

  4). Norma kesopanan

       Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan segolongan manusia dan dianggap sebagai tuntutan pergaulan sehari-hari sekelompok masyarakat. Satu golongan tertentu dapat menetapkan peraturan-peraturan tertentu mengenai kesopanan dalam masayarakat itu. Misalnya, pada kelompok masyarakat tertentu, kita dilarang meludah sembarangan.

  5). Norma Hukum

       Semua norma yang disebutkan di atas bertujuan untuk membina ketertiban kehidupan manusia, namun belum cukup memberi jaminan untuk menjaga ketertiban dalam masyarakat. Norma-norma di atas tidak bersifat memaksa dan tidak mempunyai sanksi tegas apabila salah satu peraturannya dilanggar sehingga dapat membahayakan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan juga norma lain yang bersifat memaksa dan mempunyai sanksi-sanksi yang tegas. Jenis norma yang dimaksud adalah norma hukum.
Sutisna berpendapat bahwa hukum adalah aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berisi perintah atau larangan yang memaksa dan akan memberikan sanksi tegas bagi setiap orang yang melanggarnya.

Peranan Nilai dan Norma dalam proses sosialisasi

 Norma dan nilai dalam masyarakat sangatlah berperan dalam memberikan stabilitas kehidupan bermasyarakat.Peran nilai dan norma secara umum adalah untuk mengatur pola kehidupan masyarakat agar pola perilaku yang ditunjukkan seimbang,tidak merugikan, serta tidak menimbulkan ketidakadilan. Dalammasyarakat yang modern saat ini memang sangat dibutuhkan peran dari nilai dan norma. Hal ini digunakan agar masyarakat modern tidak berlaku sekehendak hatinya. Secara lebih rinci peran nilai dan norma dalam masyarakat adalah:
 Keberadaan nilai sosial memiliki fungsi yang sangat berperan dalam proses sosialisasi. Fungsi-fungsi tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Alat motivasi untuk memberi semangat pada manusia agar mewujudkan dirinya dalam perilaku sosial.
2. Sarana untuk menetapkan harga sosial. Nilai-nilai sosial digunakan untuk mengukur penghargaan sosial yang patut diberikan kepada seseorang atau golongan.
3. Petunjuk arah atau cara berpikir dan bertindak warga masyarakat secara umum diarahkan oleh nilai-nilai sosial yang berlaku.
4. Alat solidaritas yang berfungsi mendorong masyarakat untuk saling bekerja sama untuk mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapai sendiri.
5. Kontrol sosial terhadap nilai-nilai yang dapat menjadi acuan bagi setiap tindakan individu, serta interaksi antaranggota masyarakat.
6. Sebagai benteng perlindungan, karena nilai sosial merupakan tempat perlindungan yang kuat dan aman terhadap ancaman dari luar sehingga masyarakat akan senantiasa menjaga dan mempertahan kan nilai sosialnya.

Proses sosialisasi 


Proses ini artinya suatu proses dimana seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelakuan kelompoknya. Maka kepribadian adalah keseluruhan faktor biologis, psikologis dan sosilogis yang mendasari perilaku individu.
Proses sosialisasi terjadi melalui dua cara yaitu:
a. Conditioning.
b. Komunikasi atau interaksi.
Conditioning, adalah keadaan yang menyebabkan individu mempelajari pola kebudayaan yang fundamental seperti cara makan, bahasa, berjalan, cara duduk, pengembangan tingkah laku dan sebagainya.


Tahap-tahap dalam proses sosialisasi


Proses sosialisasi terjadi melalui 4 tahap , yaitu sebagai berikut :

a).  Persiapan Pada tahap ini anak tidak hanya mengetahui peranan yang harus dijalankan, tetapi harus mengetahui peranan yang dijalankan orang lain.

b). Meniru   
Kesempatan yang paling baik bagi orang tua untuk menanamkan norma-norma agama dalam rangka mengisi jiwa anak yang masih balita.

c). Bertindak (Game Stage)
Pada tahap ini anak dianggap mampu mengambil peranan yang dijalankan orang lain dalam masayrakat luas.


d). Menerima Norma (Generalized Others)
Pada tahap ini anak telah siap menjalankan peranan orang lain, ia mulai memiliki kesadaran akan tanggung jawab

   

Proses sosialisasi dan Perilaku
Ada 3 proses penting dari sosialisasi dalam membentuk uatu perilaku yaitu sebagai berikut
a). Dalam proses sosialisasi itu seseorang mendapatkan bayangan dirinya (self image).
b). Proses sosialisasi jugamembentuk kedirian (self) yang ideal.
c). Proses sosialisasi pada akhirnya membentuk kedirian manusia itu dengan jalan membangun suatu EGO.


    

JENIS SOSIALISASI
1. Sosialisasi Primer : adalah proses sosialisas yang terjadi pada tahap awal dalm lingkungkan keluarga yang dialami seorang individu sejak kecil saat ia mulai berkenalan dengan masyarakat. Proses sosialisasi ini terjadi ketika seorang anak berusia 0-4 tahu. Peran keluarga dalam sosialisasi ini sangatlah penting dimana orang tua harus mampu memberikan bimbingan dan arahan dalam kelompoknya baik dalm keluarga, sekolah maupun masyarakat.

2. Sosialisasi Sekunder : Adalah sosialisasi tahap kedua yang terjadi di luar lingkungan keluarga dimana individu yang mulai bersosialisasi diperkenalkan ke sector baru. Dalam sosialisasi sekunder, sang anak mulai dapat berpikir dan berwawasan luas.


 
TIPE-TIPE SOSIALISASI

Berdasarkan tempat berlangsungnya, proses sosialisasi dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Sosialisasi Formal : Sosialisasi yang berlangsung melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam Negara seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
 


b. Sosialisasi Informal : Sosialisasi ini berlangsung melalui interaksi secara informal atau bersifat kekeluargaan seperti antara teman, sahabat dan kelompok social yang ada dalam masyarakat.



MEDIA SOSIALISASI
 a. Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya. Kebijaksanaan orangtua yang baik dalam proses sosialisasi anak, antara lain :


  1. berusaha dekat dengan anak-anaknya
  2. mengawasi dan mengendalikan secara wajar agar anak tidak merasa tertekan
  3. mendorong agar anak mampu membedakan benar dan salah, baik dan buruk
  4. memberikan keteladanan yang baik
  5. menasihati anak-anak jika melakukan kesalahan-kesalahan dan tidak menjatuhkan hukuman di luar batas kejawaran.
  6. menanamkan nilai-nilai religi baik dengan mempelajari agama maupun menerapkan ibadah dalam keluarga.

b. Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal. Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari seorang anak di sekolah tidak hanya membaca, menulis, dan berhitung saja namun juga mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme (universal) dan kekhasan / spesifitas (specifity). 


c. Media Massa
Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Contoh :

  1. adegan-adegan yang berbau pornografi telah mengikis moralitas dan meningkatkan pelanggaran susila di dalam masyarakat
  2. penayangan berita-berita peperangan, film-film, dengan adegan kekerasan atau sadisme diyakini telah banyak memicu peningkatan perilaku agresif pada anak-anak yang menonton.
  3. Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
d. Teman sepermainan
Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Puncak pengaruh teman bermain adalah masa remaja. Para remaja berusaha untuk melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku bagi kelompoknya itu berbeda dengan nilai yang berlaku pada keluarganya, sehingga timbul konflik antara anak dengan anggota keluarganya. Hal ini terjadi apabila para remaja lebih taat kepada nilai dan norma kelompoknya.


PENTINGNYA SOSIALISASI BAGI INDIVIDU DAN MASYARAKAT

Sosialisasi sangat diperlukan seorang individu mulai sejak kecil hingga dewasa,karena merupakan dasar yang diperlukan dan memungkinkan individu berpartisipasi secara efektif dalam kehidupan sosial. Alasan utama diperlukannya sosialisasi, yaitu  agar dengan nilai,norma,dan peran yang dipelajari dan dimilikinya itu,seseorang dapat hidup baik dalam masyarakatnya.

TUJUAN POKOK SOSIALISASI 

a. memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat
b. mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif
c. membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
d. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat.



0 komentar:

Poskan Komentar